monicarasmona.my.id

Cara Menabung Emas Perhiasan Anti Merugi

5 comments

Cara menabung emas perhiasan anti merugi
Ngapain beli tas sama baju banyak-banyak. Yang seperti itu mah barang nyamuk.

Demikian seloroh Bapak pada suatu hari ketika ngobrol santai bersama keluarga. Kami memang kerap menghabiskan waktu untuk ngobrol banyak hal. Saat itu tahun 2013, saya masih cukup belia, single, dan punya penghasilan sendiri. Namun, saya belum terpikirkan cara menabung emas perhiasan.

Perkataan Bapak di atas memang tidak secara langsung ditujukan pada saya. Itu adalah pandangan beliau secara umum. Menurutnya, perilaku impulsif dalam berbelanja barang-barang fashion itu tidak akan menguntungkan. Lebih baik sedikit demi sedikit membeli perhiasan emas.

Saya yang saat itu kerap membeli baju dan tas agak tersindir. Namun, saya sama sekali belum tertarik membeli perhiasan. Sekitar 10 tahun yang lalu itu sedang hits online shop-online shop fashion yang eksis di Blackberry Messenger (BBM). Saya lebih tertarik menghabiskan uang untuk itu.

Bapak melanjutkan, orang tua zaman dahulu itu cenderung lebih pintar menyimpang uang. Mereka membeli emas sedikit demi sedikit, misalnya satu gram per bulan. Ini cukup efektif untuk mengamankan dana. Sedangkan, kalau kita membeli baju tidak akan ada yang tersisa di kemudian hari.

Belum. Pikiran saya belum tergerak kali itu. Namun, kini saya menyadari kebenaran kata-kata Bapak. Andai ketika tiap gajian saya menyisihkan uang untuk membeli satu gram emas pasti ada cukup banyak dana yang terselamatkan.

Untuk baju-baju memang saya pakai dalam waktu cukup lama karena saya tidak mengalami perubahan berat badan terlalu signifikan. Namun, untuk tas, sepatu, dan jam tangan, ah barang-barang itu hanya sesekali saya pakai mengingat modelnya agak formal. Sedang kini saya tidak bekerja.

Namanya juga penyesalan, ya, datangnya selalu di akhir. Penyesalan itu semakin menggunung kalau otak secara otomatis menerka-nerka berapa uang yang sudah dibelanjakan. Namun, sudahlah, saya jadikan pelajaran saja ke depannya agar lebih bijak dalam mengelola uang.

Benarkah Membeli Emas Perhiasan Itu Menguntungkan?

Benarkah membeli emas perhiasan itu menguntungkan?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa membeli emas itu bisa mengamankan dana. Namun, jika berbicara investasi umumnya emas batangan lebih unggul dari emas perhiasan. Mengapa saya katakan "umumnya"? Karena ternyata di beberapa daerah ada emas perhiasan yang dijual kembali dengan mengikuti harga terbaru.

Di daerah saya, saat membeli perhiasan, pihak toko membebankan biaya pembuatan pada pembeli. Namun, saat pembeli hendak menjual kembali, perhiasan itu dikenakan potongan per gramnya. Saat ini rata-rata Rp. 20.000 per gram. Silakan hitung kalau misal kita akan menjual emas 10 gr, berapa rupiah yang melayang padahal harga emas cenderung naik?

Kalau dipikir-pikir rugi dua kali nggak, sih? Pas beli kita harus membayar lebih, eh pas menjual harus mengikhlaskan nominalnya berkurang. Hal ini berbeda dengan sistem jual kembali dari emas batangan yang memang sudah memiliki harga buy back yang jelas.

Jadi, benarkah membeli perhiasan emas itu menguntungkan? Jawabannya tergantung. Kalau dibandingkan dengan membeli barang semacam tas dan pakaian, tentu perhiasan emas lebih menguntungkan. Lima tahun kemudian barang-barang itu kemungkinan menjadi sampah, tetapi dana pada emas relatif aman. 

Kalau kasusnya seperti di daerah saya, menabung di emas perhiasan itu rugi sedikit karena adanya potongan saat dijual kembali. Namun, jika menjualnya dalam kurun waktu yang lama dari membeli biasanya ada peningkatan pada harga per gramnya, tetapi sedikit dan tergantung tokonya juga.

Cara Menabung Emas Perhiasan

4 Cara Menabung Emas Perhiasan

Semisal tetap ingin menabung dalam bentuk emas perhiasan karena bisa sekalian bergaya blink-blink juga. Perhatikan cara menabung emas perhiasan berikut ini, ya, Playmates agar tidak terlalu merugi.

Pilih Toko Tepercaya

Hal pertama yang harus menjadi perhatian adalah toko tempat membeli emas. Pastikan toko tersebut mapan dan berpengalaman. Kita nggak mau kan berharap mengamankan dana pada emas, ternyata kualitas emasnya kurang bagus. Bukannya untung malah buntung.

Dari beberapa toko emas, cari tahu mana yang harganya lebih tinggi, biasanya toko itu yang menggunakan emas lebih bagus. Meskipun tidak selalu seperti itu, ini hanya salah satu indikator. Setelah membeli emas, jaga baik-baik bukti pembeliannya karena ada beberapa toko emas yang tidak menerima jual kembali bila tidak disertai surat emas tersebut.

Kenali Kadar Emas

Perbedaan paling kentara dari emas batangan dan perhiasan adalah kadarnya. Emas batangan memiliki kadar 24 karat, sedang emas perhiasan di kisaran 18 karat. Perhiasan dari emas jarang yang menggunakan 24 karat karena perhiasan harus dibentuk sedemikian rupa, sehingga emas harus dicampur mineral lain.

Lebih lanjut, orang-orang secara umum sudah tahu bahwa emas perhiasan itu ada emas tua dan emas muda. Yang dimaksud perhiasan emas tua adalah emas yang memiliki kadar 18 karat. Sedangkan emas muda memiliki kadar di bawah itu dan memiliki harga hampir setengah dari harga emas tua. Untuk menabung, sebaiknya pilihlah emas tua.

Perhatikan Lokasi

Saya sharing perihal emas itu berdasarkan pengalaman pribadi. Namun, di blogpost sebelumnya ada seorang rekan blogger yang berkomentar bahwa di daerahnya emas perhiasan diperlakukan sama dengan emas batangan.

Dia membeli emas dengan harga Rp. 400.000 per gram dan menjualnya saat harga Rp. 800.000 per gram. Saya tidak tahu di daerah lain bagaimana, tetapi di daerah saya tidak seperti itu. Jadi, kalau ingin benar-benar untung dari emas perhiasan baiknya survey lokasi di mana saja hal itu berlaku.

Ada juga teman blogger yang berkomentar bahwa dia sengaja menabung emas yang diperjualbelikan di Makassar. Konon, kadar emasnya lebih bagus dari yang ada di Jawa.

Menjual pada Perorangan

Cara menabung emas perhiasan menguntungkan yang terakhir dari saya adalah menjualnya kepada perorangan. Di sekitar toko emas kerap ditemukan orang-orang yang berseru "Ical emas, ical emas". "Ical" dalam bahas Indonesia berarti "jual". Orang tersebut menawarkan diri untuk membeli emas kita.

Kabarnya, mereka akan membeli emas dengan harga emas sekarang. Itu artinya harga yang ditawarkan lebih baik dari harga yang toko bayarkan. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, di kota saya pihak toko membeli emas sesuai harga yang tertera di bukti pembelian, lalu dipotong sekian rupiah tiap gramnya.

Akan tetapi, seumur-umur saya belum pernah melihat ada orang yang menghampiri para pembeli emas perorangan itu. Kalau tidak ada peminat, sih, tampaknya tidak mungkin karena sampai kini mereka masih eksis. Mungkin transaksinya dilakukan di tempat yang lebih sepi.

Kata ibu saya menjual ke mereka itu berisiko karena faktor keamanannya relatif rendah. Namun, ada orang tua seorang teman yang memberikan tips. Beliau mendapat untung yang cukup besar dari menjual emas ke pembeli perorangan itu. Kuncinya transaksi dilakukan di rumah dan kenal dengan pembeli tersebut.

Penutup "Cara Menabung Emas Perhiasan"

Dalam melakukan sesuatu sudah seharusnya kita bersikap waspada. Meskipun hal tersebut  sudah membentuk suatu pendapat umum yang diamini banyak orang. Misalnya dalam menabung emas perhiasan. Pertimbangkanlah baik buruknya meskipun katanya membeli emas itu menguntungkan.

Jika sekadar mengamankan dana, membeli perhiasan emas bisa menjadi solusi. Namun, agar lebih menguntungkan, kalian bisa mempertimbangkan cara menabung emas perhiasan versi saya. Cara tersebut adalah pilih toko tepercaya, kenali kadar emas, perhatikan lokasi, dan menjual pada perorangan. Semoga tips sederhana ini bermanfaat, Playmates.

Related Posts

5 comments

  1. Investasi emas emang digandrungi sejak dulu. Katanya sih, kalau di India, emas yang paling disuka sebagai tabungan. Meski trend investasi mengalami perubahan (kata beberapa YouTubers), tapi emas tetap yang lebih mudah dicairkan. Eh, aku pun nabungnya emas, bisa sekalian dipakai hehe

    ReplyDelete
  2. Nabung emas lebih banyak untungnya daripada ruginya. Aku nabungnya juga emas, kalo butuh dana lebih, emas bisa jadi solusi dijual atau digadai.

    ReplyDelete
  3. Ih sama mba di daerahku juga gtu. Bisa aku bilang rugi kalo menabung emas perhiasan. Berdasarkan pengalaman sih. Pas beli anting suka yg banyak ada mutiaranya gtu. Eh pas jual itu dikurangi dong. Jd beratnya dikurangi berat si blink² mutiara² gtu. Dah akhirnya aku kapok beli emas buat nabung. Ya memang sih kalo dibandingkan dg pakaian atau sejenisnya masih untung perhiasan krn tetep masih bisa dijual meski rugi. Buat dana kepepet masih oke lah

    ReplyDelete
  4. Saya juga nabung emas utk kebutuhan masa depan. Memang kalo untuk invedtasi, 1 atau 2 tahun belum untung tapi kalo di atas 5 tahun biasanya baru terasa keuntungannya.. tapi kalo utk nabung emas sih cenderung memang lebih baik dibanding nabung uang

    ReplyDelete
  5. Selain membeli tanah dan menanam kayu, saya senang juga nabung emas. Penginnya sih, beli antam atau emas batangan, tapi karena di kampung susah jual belinya jauh, jadi ya ke perhiasan saja. Lebih ke praktis dan bisa dijual cepat aja kalo pas butuh dana darurat ketimbang menjual tanah atau sawah. Jadi kalau mau nabung jangka panjang, aku pilih properti. Kalau nabung jangka pendek, mending emas sih.

    ReplyDelete

Post a Comment