monicarasmona.my.id

Pengalaman Pertama Memasang Custom Domain Sendiri




Saya punya dua blog. Blog yang pertama sudah Top Level Domain, yakni monicarasmona.com. Blog kedua ini memberikan kesan mendalam karena saya memasang custom domain sendiri. Berbeda dengan blog sebelumnya yang dipasangkan pihak penyedia jasa.

Memasang custom domain ini bukan perkara sepele. Banyak hal yang mesti dipertimbangkan agar semua berjalan optimal dan tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Related:

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Memasang Domain

Sebelumnya saya tidak tahu ternyata domain itu bisa dipasang sendiri karena saat pemasangan domain pada blog pertama saya tahu jadi saja. Saat itu saya mendapatkan rekomendasi dari seorang teman tentang sebuah penyedia jasa layanan domain dan hosting.

Saya menghubungi owner-nya, tanya harga dan fasilitas, lalu deal. Beberapa hari kemudian blog ber-TLD sudah siap pakai. Saat itu ada biaya tambahan untuk jasa desain juga sehingga tampilan blog sudah enak dipandang.
 
Setelah saya belajar di Blogspedia Coaching, tahulah saya bahwa pasang domain dan desain blog itu bisa dikerjakan sendiri. Tentunya lebih hemat, tetapi memberikan aliran adrenalin yang melonjak-lonjak.

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Memasang Domain

Pikirkan Tujuan Blogging

Hal ini harus dipertimbangkan dengan matang karena berhubungan dengan uang. Jangan sampai kita sudah mengeluarkan dana, tetapi ternyata blog kita tidak berkembang dengan baik.

Kalau tujuan kita hanya curhat atau senang-senang, tidak ada urgensinya untuk beli domain. Kecuali kalau kelebihan uang dan bingung bagaimana harus menghabiskannya, ya, boleh-boleh saja sih.
 
Lain halnya kalau kita bertekad untuk menjadi blogger profesional dan ber-azzam akan mengelolanya dengan baik, sudah sepatutnya kita usahakan untuk men-TLD-kan blog.

Tentukan Nama Domain

Nama domain itu bagian pemalink di bagian tengah. Nama itu yang akan menjadi identitas kita selama satu tahun masa domain jadi harus dipikirkan dengan baik.

Bahkan setelah habis masa satu tahun, baiknya nama tetap tidak diganti karena kalau diganti akan berpengaruh ke nilai DA/PA yang kembali ke awal.

Selain itu, sayang juga kalau blog kita misal sudah terindeks oleh Google, lalu namanya diganti, yah si Mbah jadi nggak ngenalin kita karena namanya beda. Harus kenalan lagi, deh.

Oleh karena itu, pilih sebaik-baik nama layaknya orang tua yang menamai anaknya. Untuk blog personal disarankan menggunakan nama lengkap, nama pena, atau nama yang di-branding di sosial media.

Pastikan nama itu tidak terlalu panjang karena nantinya berhubungan dengan permalink. Panjang permalink yang SEO friendly itu tidak lebih dari 75 karakter.Pun, hindari nama yang alay dan memakai strip.

Pilih Jenis Domain

Domain yang umum digunakan personal blogger adalah .com, web.id, dan my.id. Pilih saja sesuai kebutuhan dan budget. Di antara ketiganya .com memegang tahta tertinggi karena lebih dipercaya klien.

Akan tetapi, semua tetap bergantung pada kualitas blog itu sendiri. Tidak jarang blog yang berdomain my.id juga mendapatkan banyak job.

Seleksi Penyedia Jasa Domain

Kunci dalam menentukan penyedia jasa domain adalah yang CS-nya bisa dihubungi dari berbagai arah, WA bisa, DM Instagram bisa, email bisa, dan via web-nya juga bisa. Kalau hanya ada kontak WA saja, radar waspada kita harus diaktifkan.

Jangan tergiur dengan harga murah yang jauh di bawah harga pasaran. Memang kerap ada promo yang ditawarkan, tetapi nggak akan miring-miring banget harganya.
 
Akan labih bagus lagi jika ada teman atau kenalan yang pernah beli domain di tempat tersebut. Untuk blog pertama, saya beli domain dan hosting di Sahabat Hosting. Sedang blog ke dua beli dan pasang domain sendiri di Dewaweb.

Siapkan Dana

Berapa sih dana yang harus dipersiapkan untuk custom domain? Itu tergantung jenis domainnya. Untuk .com sekitar Rp. 145.000, harga promonya bisa di angka Rp. 125.000 tergantung kita ambil di penyedia jasa mana.

Sedang untuk web.id rata-rata Rp. 50.000-an dan untuk my.id itu paling murah, sekitar Rp. 12.000 saja. Harga-harga tersebut berlaku untuk satu tahun dan belum termasuk PPn 11%.

Related:

Tahapan Memasang Custom Domain Sendiri

Tahapan Pemasangan Custom Domain Sendiri

Bagi saya yang kepoan, tetapi takut salah, proses memasang domain sendiri ini memberikan sensasi deg deg ser. Padahal beli yang harga dua belas ribu saja, nggak kebayang tremor-nya kalau beli yang .com.

Hal pertama yang dibutuhkan dari proses ini adalah ketenangan. Kalau grasak-grusuk nantinya malah ambyar. Untuk menambah kepercayaan diri tentu diharapkan mengetahui step-step yang akan dilakukan.

Pembelian Domain

Harus dipahami bahwa kita akan melalui dua tahapan, pembelian dan pemasangan.
Secara umum proses pembelian domain ini tidak terlalu sulit. Bagi yang sering berbelanja online bakalan merasa gampil lah. Berikut langkah-langkah membeli domain di Dewaweb:
  1. Buka website Dewaweb
  2. Klik order
  3. Klik daftar domain
  4. Isikan nama domain yang kalian inginkan di kotak. Klik cek domain.
  5. Jika nama domain yang kalian inginkan tersedia, klik order
  6. Klik update keranjang belanja
  7. Kalian akan mendapatkan rincian pembayaran. Jika sudah selesan belanja domain, klik checkout lalu bayar.
  8. Isi semua rincian yang diminta. Centang di bagian “saya telah membaca dan menyetujui syarat dan ketentuan (terms of service) Dewaweb.” Selanjutnya klik selesaikan order
  9. kalian akan mendapat panduan ke mana harus transfer tagihan tersebut
  10. segera lakukan pembayaran agar domain mu bisa segera teraktivasi

Pemasangan Domain

Setelah berhasil membeli domain, dipersilakan untuk menarik napas dalam-dalam, lalu embuskan secara perlahan. Rasa lega yang dirasa hanya akan bertahan sejenak, step berikutnya yang sangat horor sudah menanti. Hehe. Just kidding, relax.

Cara memasang TLD yang rinci dan mudah dipahami bisa dicek di Blogspedia asuhan Coach Marita Ningtyas. Alhamdulillah saya berhasil memasang custom domain sekali jadi berkat mengikuti step-step yang dipaparkan di sana.

Related:

Tantangan Mendatangkan Kesenangan

Tantangan Memasang Custom Domain Sendiri

Bagi saya si emak rempong, tantangan terberat adalah harus fokus di tengah keriweuhan duo bocil. Anak saya dua, si cikal bulan September nanti genap berusia enam tahun, sedang si bungsu bulan ini pas tiga tahun.

Sebenarnya terpikirkan untuk mengerjakan malam hari agar lebih kondusif, tetapi akhir-akhir ini anak-anak kerap begadang jadi saya nekat mengerjakannya siang hari sambil momong anak. 

Selain itu, saya sudah tidak sabar ingin praktik memasang domain sendiri. Rasanya tidak bisa lagi menunggu hingga malam datang.

Kendala berikutnya adalah perihal perangkat yang digunakan. Saya memakai ponsel yang tentunya memiliki layar tidak lebar. Tampilannya pun agak berbeda dengan di laptop sehingga saya kebingungan karena tutorial yang saya ikuti berisi tangkapan layar dari laptop.

Saat proses berlangsung setidaknya ada tiga tab yang dibuka, yaitu tab Dewaweb, dashboard Blogspot, dan artikel tutorial. Ketiga tab itu harus bulak-balik dibuka.

Ribetnya, tiap Dewaweb ditinggalkan, begitu kembali harus log in ulang. Ini cukup menguras waktu dan emosi karena harus beberapa kali memasukkan alamat email dan password-nya.

Jari saya agak bergetar saat memasuki bagian manage domain dan mengubah name serves default. Setelah itu saya dituntun untuk ke bagian DNS management. Untuk mengisi kolom ini, kita harus masuk terlebih dahulu ke dashboard Blogspot.

Di bagian pengaturan, kita harus mengetikkan nama domain yang telah dibeli di bagian setelan domain pihak ketiga. Step inilah yang paling sering membuat keder karena akan terjadi error.

Padahal error inilah yang akan memberitahukan kita kode-kode yang harus dimasukkan ke kolom DNS management tadi. Kode itu terdiri dari dua CNAME dan satu A. 

Untuk kode CName ada pada kode error yang didapat dan untuk kode A ada empat pilihan yang diinfokan artikel blogspedia. Setelah semua tersimpan, saya kembali ke dashboard Blogspot untuk mengalihkan xxx.com ke www.xxx.com. 

Ini dilakukan untuk memudahkan orang mengetik domain kita. Jadi meski tanpa www, domain blog kita tetap bisa diakses. Jangan lupa juga meng-on-kan HTTPS agar blog lebih aman.

Setelah itu yang harus kita lakukan hanya menunggu sekitar 30 menit sampai 24 jam. Kalau saya, sih, tidak sampai 30 menit sudah bisa mengakses blog dengan url baru. Yeay alhamdulillah senangnya.

Setelah blog ini memiliki Top Level Domain, saya harap bisa lebih semangat menulis artikel review. Sehingga lebih banyak lagi orang yang bisa mengambil manfaat dari ulasan jujur yang saya tulis.

Penutup

Dalam hal apa pun mengerjakan sesuatu sendiri itu mendatangkan tantangan tersendiri dibanding minta tolong pada orang lain. Namun, sensasi selama proses mengerjakannya memberikan pengalaman yang tak terlupa.

Apalagi kalau berhasil mengerjakannya dengan baik. Rasa bahagia, puas, dan bangganya tidak terkatakan. Begitu pula dengan memasang custom domain sendiri, pada prosesnya deg-degan nggak karuan, tetapi saat kita bisa mengakses blog dengan alamat baru yang ber-TLD senangnya another level.

Related Posts

16 comments

  1. Seru ya pasang TLD sendiri...saya juga belajar pakai my.id yang harganya terjangkau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya terjangkau banget dan berlaku selama setahun. πŸ’œ

      Delete
  2. Seruuu kayaknya pake my. Id. Nanti kau cobalah mba mksh

    ReplyDelete
  3. rasa senangnya setelah custom Domain TLD sampai ke sini mbak. Baca nya juga bikin seneng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, ya, berasa punya rumah baru yang lebih nyaman. πŸ’œ

      Delete
  4. Ganti domain blog berasa pindahbke rumah baru ya mba. Seneng pastinya berhasil mengerjakan sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, berasa jadi superwoman. πŸ˜…πŸ’œ

      Delete
  5. Wah, makasih mbak panduannya. Aku juga pengen nyoba beli di dewaweb soalnya hehe..

    ReplyDelete
  6. Beli dan pasang TLD harus sabar banget ya..otak harus jernih dan tenang. Selamat atas launching TLD baru mbak

    ReplyDelete
  7. Lengkaaaap...seneng bacanya, bener2 real berasa jd blogger yaa, klo bisa pasang domain sendiri..hehe

    ReplyDelete
  8. seru-seru sedap ya mbak, apalagi sudah kode-kode gitu duh deg-degan deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bikin nggak enak makan nggak enak tidur. πŸ˜…πŸ’œ

      Delete

Post a Comment