monicarasmona.my.id

Life After Lebaran

Refleksi tentang life after Lebaran
Minggu kemarin jam segini sedang apa, ya?

Pertanyaan sendu itu kerap menggangu ketika momen langka baru saja berlalu. Perasaan hampa memenuhi ruang nostalgia, berharap waktu memberi jeda untuk sekadar mereka ulang jejak kegembiraan yang sempat ada.

Begitu pun saat sukacita hari raya perlahan menjauh. Segala riuh mereda, mengingatkan pada jenuh rutinitas di depan mata. Jika ada sesuatu yang dibenci perihal hari raya, perasaan hampa saat semua tiba-tiba menjadi biasa seperti itulah pastinya.

Semua anggota keluarga kembali ke kehidupan masing-masing, bergelut dengan pertempuran melawan dunia. Seringnya, di rumah tinggallah ayah dan ibu berdua, kembali pada titik awal saat mereka memulai ini semua.

Langkah pertama untuk segala hal pastilah berat, terlebih jika sebelumnya kita berada dalam mode jeda istimewa: momen tahunan bertajuk lebaran. Dompet terasa lebih tebal, berbagi menjadi lebih lapang, waktu bersama keluarga lebih panjang, makanan lebih hangat tersaji di meja, serta hati terasa lebih bersih. Siapa yang tidak enggan meninggalkan semua itu?

Pada mulanya langkah harus diseret hingga semua kembali sesuai ritme. Libur panjang terasa seperti sebuah kedipan, kini kita dihadapkan pada segunung pekerjaan. Ibu rumah tangga pun dituntut untuk kembali ke mode siaga, menyiapkan segala kepentingan keluarga, terutama di pagi hari yang gedebak-gedebuk.

Manusiawi rasanya jika ingatan kembali melayang ke minggu lalu, ketika sukacita begitu penuh menggenapi hari. Namun, kita pun harus segera mempersiapkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk bisa fokus pada rutinitas. Bukankah kita masih ingin merasakan gempita hari raya di tahun depan?

Kenangan bersama keluarga seharusnya tidak berhenti sebagai nostalgia semata. Ia bisa menjadi hangat yang tersimpan, cukup untuk menemani hari-hari dalam dua belas bulan ke depan. Hingga akhirnya, kita kembali dipertemukan pada momen istimewa yang selalu dinantikan. InsyaAllah.

Newest Older

Related Posts

Post a Comment