monicarasmona.my.id

Bakti yang Sama

Sebuah fragmen berjudul Bakti yang Sama
"Hanya ini yang menjadi hiburan saya sekarang."

Matanya langsung panas saat mendengar kalimat pendek itu. Pendek saja, tetapi cukup untuk membuat tangannya gemetar.

Ia menatap kedua buah hati—menelisik pancaran mata. Tak ada apa-apa. Mungkin mereka terlalu muda untuk menyadari bahwa untuk pertama kalinya mereka tersisih—dari anak yang dipangku.

Dari arah belakang, suaminya datang. Tanpa tedeng aling-aling, yang memangku meminta agar sebuah kewajiban diselesaikan. Tak ada jawaban. Sebuah senyuman cukup sebagai pertanda—mereka yang akan menyelesaikan.

Sepertinya tanda tanya yang selama ini mengganggu kembali menemui jalan buntu. Apakah memang seperti ini dunia bekerja?

Malam-malamnya terasa panjang hanya demi mereka-reka sebuah alasan. Semua orang tua menyayangi anaknya dengan cara berbeda—Ia mencoba menipu diri.

Perbedaan itu terlalu kentara untuk diabaikan. Meski di ujung kesadaran, ia sepenuhnya paham berbuat baik pada yang telah merawat selamanya tak bisa digugat. Orang tua tetap orang tua.

Akan tetapi, hatinya terus lirih bertanya. Apakah kasih yang jelas dibagi berbeda, tetap mengharapkan bakti yang sama?

Newest Older

Related Posts

Post a Comment